Jumat, 28 September 2012

KATETERISASI VENA SENTRAL (CVP


ASKEP PADA PENDERITA DENGAN KATETERISASI VENA SENTRAL (CVP) TANPA KOMPLIKASI YANG MENYERTAI

TINJAUAN PUSTAKA
A.   MEDIS
I.          ISTILAH & TEMPAT KANULASI
Kanulasi vena sentral adalah memasang kateter dari vena perifer ke vena sentral

Vena sentral meliputi :
1.      Vena besar intra torakal
a.       Vena cava superior
b.      Vena cava inferiot
2.      Atrium kanan

Tempat tempat kanulasi:
1.      vena vena tengah
a.       Vena Basilika.
b.      V. Cephalica
2.      Vena Leher
a.       vena yugularis externa
b.      Vena yugularis interna.
3.      Vena sub clavia.
4.      Vena femoralis
5.      Pada bayi baru lahir: vena umbilicalis.

   FUNGSI MONITORING TEKANAN VENA SENTRAL
1.      Untuk mengetahui fungsi jantung sebagai pompa à berfungsi atau tidak.
Contoh : decompensasi cordis.

2.      Untuk memperkirakan volume darah atau cairan dalam tubuh.
Contoh     :           normal, hipovolemik atau hipervolemik.
3.  Untuk mengetahui tonus pembuluh darah / vaskuler tonus
Contoh     :           -           Normal
-            Lemah : vasodilitasi.
-            Berlebihan : vasokonstriksi

Harga normal dari CVP adalah : 5 - 15 cm H2O

Titik 0 ditentukan :
A  Setinggi atrium kanan
A  mid axillary line.
A  Posisi pasien.

Diukur dengan water pas / pipa
 INDIKASI PEMASANGAN CVP
1.      Pada  pasien dengan trauma berat sehingga terjadi perdarahan banyak à shock
2.      Pasien dengan operasi besar:
A  Open heart
A  Trepanasi dengan perdarahan banyak.
3.      Pasien dengan kelainan ginjal:
A  ARF (akut renal failure)
A  Oliguria yang belum jelas. (pre renal, renal)
4.      Pasien dengan gagal jantung
5.      Pasien yang diberikan nutrisi parenteral
A  Dengan dektrose 20 %, aminofusin
6.      Pasien yang diberikan tranfusi jumlah besar 9tranfusi masif)

CARA MENGUKUR CVP
a.       perhatikan posisi pasien.
b.      Dengan water pas à letakkan     titik 0     setinggi mid    aksillary line (ICS 2 - 3) posisi ini menggambarkan setinggi atrium kanan
c.       Kran infus ke arah jantung ditutup, kemudian selang yang menempel di manometer di isi dengan meneteskan cairan.
d.      Setelah slang pada manometer terisi secukupnya, tetesan infus di stop dan kran kearah jantung dibuka.
e.       Cairan dalam slang yang menempel pada manometer akan turun secara pelan-pelan sampai tidak turun lagi.
f.       Maka angka yang di tunjukkan pada permukaan air à itulah nilai CVP